Terimakasih telah berkunjung kesini. Ini adalah blog seorang ibu dari anak laki-laki tampan bernama Mahesa Gilbert Pranafalih. Selamat membaca!!! mudah-mudahan ada hal yang dapat menginspirasi...
RSS

Jumat, 08 Juli 2016

Lagi-lagi Cinta....Iya...Aku Cinta Kamu...

Bulan Maret lalu galau...kini cerita cintaku sudah lain lagi...
Sejak lama aku mengaguminya tapi tidak pernah berharap terlalu jauh karena dia memang jauh di UK. Sampai akhirnya dia pindah ke Bangkok, Thailand tahun lalu, kami masih saja tidak pernah membahas soal masa depan. Aku sendiri terlalu takut memulainya. Sampai kemudian ada orang lain yang mendekatiku (yang membuat aku galau maret lalu), sejujurnya aku ragu tapi aku mencoba membuka hati, tapi ternyata dia tidak seserius yang aku pikir. Aku kembali lagi pada pujaan hatiku yang tinggal di Bangkok. Kebetulan aku memiliki kesempatan ke Bangkok akhir Mei lalu. Akhirnya kami bertemu. Nampaknya kami memang tertarik satu sama lain.
karena selama di Bangkok dia tidak bekerja, simpanan uangnya pun mulai menipis, masa tinggalnya di Bangkok tidak dia perpanjang lagi. Disaat yang sama aku tawari dia untuk datang ke Indonesia, aku memang mengundangnya untuk hanya sebatas berlibur disini, karna tidak ingin berpikir terlalu galau untuk hal yang terlalu jauh. Ternyata di saat yang sama pula ada yang menawari pekerjaan di Japan.
Karena izin tinggal di japan lebih mudah dan dengan adanya tawaran pekerjaan akhirnya dia memutuskan untuk ke Jepang. Aku berfikir dari sudut yang positif kalau dia bisa menyambung hidupnya di Jepang, bekerja dan mendapat uang.Walaupun aku sebenarnya ragu dengan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Hari ini mungkin hari ke-12 dia tinggal di Japan. Dan aku menyangsikan tentang bagaimana kelangsungan hidupnya disana. Dia tinggal di rumah Mr. Matsunaga, dan bekerja di tanah Mr. Matsunaga untuk mendapatkan makan dan tinggal gratis. Belum ada kabar juga tentang bagaimana pekerjaan yang temannya tawarkan. Sampai akhirnya aku beranikan diri untuk bertanyaa soal rencananya kedepan. Dia berpikir untuk kembali ke UK karena tidak yakin untuk stay di Japan. aku sedih tapi aku g mau nunjukin kalau aku sedih. Asia masih mungkin aku jangkau, sebenarnya UK pun mungkin saja. Tapi rasanya ga berani untuk membayangkannya. Jika dikaitkan dengan usia rasanya usiaku bukan lagi untuk menunggu, senin lalu usiaku genap 29 tahun. sudah cukup matang untuk seorang wanita membina sebuah rumah tangga. Tapi disisi lain ada bagian dari hatiku yang mengatakan aku yakin padanya, Aku ingin menunggu.
Aku, kita memang tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depan...besok, minggu depan, bulan depan 2-3-4 bulan kedepan, tahun depan. mungkin akan ada harapan yang datang. Akan ada jalan yang mempermudah kami untuk bersatu. Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk kita berdua sayang...Aku berharap dan berdoa agar Tuhan mempersatukan kita. Amin.
Dia seringkali berpikir untuk mengunjungiku, dan sangat memikirkan untuk menikahiku...
tapi dia selalu bilang dia butuh uang. yaaa...tidak dipungkiri segalanya butuh biaya. walaupun aku tidak pernah menuntut apa-apa darinya tapi setidaknya mungkin dia memikirkan bagaimana membiayai hidupnya, Aku sendiri pikirannya sederhana, menikah saja dulu. yang lain-lain nanti kita pikirkan, hehe... walalupun sebenernya tidak seperti itu. Tapi dalam Islam di percayai kalau menikah itu akan membuka pintu rejeki...dengan catatan kita selalu berusaha mencari pintu-pintu rejeki itu...
hari ini aku berdoa pada Tuhan untuk menggerakan hatimu semakin mendekat dengan ku dan selalu mencari cara untuk kita bersama. Aku sayang kamuuu... Alan

Jumat, 18 Maret 2016

Sudah kuputuskan bahwa aku akan selalu bahagia

Cerita hidup itu memang tidak pernah bisa di tebak. Alhamdulillah perputaran hidup ini begitu cepat, Belum genap setahun aku berhenti mengajar...tapi hidupku rasanya sudah move on kalau dari segi finansial, lumayan bisa nabung dan jalan-jalan.
Tapi lain cerita tentang kehidupan cintaku. Akhir tahun lalu aku masih sendiri, dan masih terus berusaha mencari...hehe...berawal dari iseng tadinya..antara yakin dan ga yakin, tapi karena kebaikan yang dia tunjukkan aku luluh juga, sekarang sepertinya hatiku sudah dia dapatkan. Penyakitku, masih sama, mungkin terlalu tergesa-gesa, dan aku over protective. Dari awal kami berkenalan selalu saja dipikiran ku tersirat, kalau aku menyangsikan hubungan ini, tentang usia kita yang terpaut 23 tahun, tentang dimana kami akan tinggal setelah menikah, bagaimana respon keluargaku tentang perbedaan usiaku dengan dia, bagai mana soal agama kami ketika menikah, bagaimana jika bayi di Thailand itu anaknya yang akan menjadi tanggungannya, dll. begitu banyak hal-hal yang terlintas di benaku tapi aku mencoba menepisnya. Soal usia, soal umur tidak ada yang tahu...menikah dengan yang muda belum tentu juga usianya panjang, begitu pikirku mematahkan kesangsian batinku mengenai usia. tentang respon keluargaku, aku pikir jika dia bersikap baik dan tanggung jawab mungkin usia tidak akan menjadi masalah oleh keluargaku, begitupun dengan penampilannya yang bertindik dan badan dipenuhi tato, Dan soal dimana nanti kami akan tinggal aku tidak pernah menemukan jawabnya, dia bekerja di OZ tapi kewarganegaraan NZ, yang terlintas dibenaku ya kita mungkin kita akan tinggal di Bali. murah untuk dia terbang ke Bali di banding ke bagian lain OZ. Dan mungkin sesekali aku ikut dengnnya ke OZ atau ke NZ. begitu bayanganku. begitu besar angan-angan indah ku, membayangkan hidup kami akan bahagia dengan anak-anak kami nanti. Hmmm...tapi sekarang entahlah...harapan-harapan itu seperti pupus dan meluntur seketika...begitu cepat mimpi ini berbelok haluan.
Sepertinya belum genap 3 bulan usia hubungan kami, tapi banyak cerita dan aku seperti terbang seketika dan terhempas tiba-tiba. Selama berjalan 3 bulan ini dia membuat aku senang, itu yang membuatku menepis semua pikiran-pikiran negatif ku tentang dia. Ketika aku mulai merasa jatuh cinta, begitu cepatnya...sangat terasa perubahan dia walau sedikit, aku tau kami LDR mungkin chat terkadang bisa menjadi salah paham karena kita tidak bicara saling berhadapan. tapi, aku sangat sensitive soal ini, gaya bahasa, frequensi chat, cara dia menjawab...aku merasa ada yang lain. Salahnya aku. aku selalu mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaa yang aku selalu tidak puas dengan jawabannya. Mungkin lama kelamaan dia merasa risih, dan merasa aku tidak percaya. Tapi diluar rasa bersalahku tentang aku yang banyak bertanya, aku merasa ada hal yang dia sembunyikan. entah itu soal hubungannya di Thailand atau tentang perasaannya sendiri terhadap hubungan kita.
Sampai akhirnya dia bilang dia ragu tentang bagai mana hubungan kita selanjutnya, dia bilang dia ingin lebih sering pulang ke NZ, dia tidak bisa memilih keduanya antara OZ-Indo dan OZ-NZ. dan dia juga masih menuggu hasil soal Bayi di Thailand. Dia bilang bukan ide yang bagus dulu dia merasa bisa memiliki hubungan dengan wanita dari beda negara, Aku tahu dia juga mungkin sedang berfikir ke depan tentang semuanya, dia juga mungkin seperti aku memikirkan banyak hal yang mungkin terjadi dan apa yang tidak mungkin. Tapi aku kecewa, mengapa dia begitu mudah menyerah setelah harapan-harapan itu dia yang membangunnya sendiri sehingga aku terbawa terbang. Mimpi yang indah dan keoptimisannya tentang hubungan kita dan masa depan. Mengapa dia berubah begitu cepat, mengatakanya langsung dan sangat menyakitiku. Perubahannya itu membuat aku merasa dipermainkan. membuat aku berfikir ini hanya permainnanya, Sejak awal dia memang tidak pernah bermaksud terlalu jauh denganku. Entahlah....terlalu menyakitkan utukku memikirkan kemungkinan itu. Dia tidak merespon telepon ku, tidak menjawab chatku.
Setelah aku mengurung diri selama 3 hari ini dengan segala perasaanku yang kalut dan campur aduk. sedih, kecewa, marah, dan merasa bersalah mengapa aku sampai ada di kondisi ini. Aku sakit. Akhirnya aku bisa menerima jika dia merasa hubungan ini tidak bisa dilanjutkan jika dia memang memikirkan yang mugkin hampir sama denganku sejak awal. Tapi sungguh aku seperti di cabik ketika aku tahu dia masih saja membuka dating site tempat kita berkenalan, sementara dia tidak membalas chat ku. Apa maksudnya? Dia sedang mencari yang lain? Jadi benarkah dia memermainkanku? Soal yang diamkatakan tentang ide buruk untuk memiliki hubungan dengan wanita dari beda negara itu hanya alasannya untuk mengakhiri hubungan ini. Sungguh aku sangat tidak terima jika di kemudian hari kudapat dia bersama wanita asia/beda negara. Hmmm...yasudahlah aku sudah cukup menyiksa badanku 3 hari ini, mengurung diri dan kurang makan. Lebih baik aku mencari cara bagaimana membuat diriku ini bahagia, bagai mana membuat orang disekelilingku bahagia. bukan menghabiskan waktuku menyiksa diriku sendiri dengan kekecewan ini.
Hidupku masih panjang kedepan, dan masih banyak hutangku untuk membehagiakan orang-orang disekitarku, masih banyak cita-citaku yang harus aku wujudkan. Aku harus move on secepatnya.
Hidup ini hanya sebentar dan satu kali, jadi sudah kuputuskan bahwa aku akan selalu bahagia. :)

Rabu, 24 Februari 2016

menulis merupakan sebuah indikasi tingkat kegalauanku yang melampaui batas normal.


Pencerahan itu datang awal tahun lalu, Dari aku yang tidak tau apa-apa (dan sekarang masih tidak banyak tau) sampai menjadi sok tahu. Dari aku yang tidak ada kerjaan atau kurang kerjaan menjadi sok sibuk dan seolah-solah tidak punya waktu untuk sekedar menggalau. Dari aku yang hanya suka berekperimen membuat kue menjadi seorang penyuplai kue kecil-kecilan. Ya alur cerita hidupku berubah, Secara finansial aku lebih baik dari tahun sebelumnya.

Skenario asli hidupku mungkin sudah terlalu seperti cerita sinetron dalam episode panjang mencapai klimaks cerita yang entah kapan memulai babak baru. Selama ini aku memang cengeng dan mudah menangis, Tapi aku tidak pernah menunjukan atau bahkan meminta orang lain untuk berbelas kasih. Bukan aku angkuh atas pertolongan orang, Hanya saja merasa tidak nyaman atas kekecewaan pada pengharapan terhadap orang lain. Itu hal yang paling aku hindari. Jadi, sebisa mungkin aku mengerjakan semuanya sendiri dan aku mampu. Aku tidak suka merengek untuk memohon.

hmmmm.....2 paragraf itu aku tulis sekitar 20 hari yang lalu (mungkin). Tanpa aku tahu apa yang akan terjadi saat ini. Hari dimana aku menulis paragraf itu, perasaanku campur aduk tapi masih relatif datar. 

Berawal dari sebuah sms teror yang diterima suami tanteku yang isinya berkaitan dengan anakku, Falih. Aku tidak khawatir dengan isi smsnya, Tapi aku bingung dengan maksud dari sms itu. Hari berlalu dan sms itu datang lagi, kali ini terdapat namaku didalamnya yang seolah-olah dia sebagai seorang yang kenal dekat denganku. Aku semakin tidak mengerti apa maksudnya. Semakin bingung juga karena setelah meminta no telepon sang peneror itu pun tak pernah di beri. dan tidak terpkirkan olehku siapa pengirimnya. Ya sudahlah... aku mencoba tidak peduli. Tidak mau ambil pusing, tapi sekarang kepalaku malah sering sakit.

Seperti ada penyejuk ketika mamah datang ke Bandung, aku ceritakan semuanya. Ya...sudah bisa ditebak, Mamah tidak banyak komentar. Tapi setidaknya aku sudah menceritakan kebingunganku.
Hari kelima mamah di Bandung dan akan pulang ke Bekasi esok harinya, tiba-tiba saja aku merasa begitu takut kesepian. Rasa ketakutan tentang rasa sepi begitu menyeramkan untukku sejak kecil. Kuputuskan untuk ikut ke Bekasi, ke rumah reotku yang berantakan dan entah masih layak huni atau tidak. Aku tidak peduli, Setidaknya aku tidak merasa kesepian. Tak disangka Falih ingin ikut, tumben sekali. Ku "iya" kan keinginan Falih untuk ikut. Aku senang. Malam sebelum kami berangkat begitu banyak harapan ku dan Falih, ingin jalan-jalan ke taman safari, taman mini, ragunan, atau kemanapun. Harapanku ini sebagai penyenang Falih, karna dia jarang sekali ke Bekasi. Tapi...aku sedang tidak punya uang, begitupun mamah. Hanya ada tiga lembar uang biru. Semua rekeningpun saldonya di batas limit. Sedih.  Ya setidaknya berkumpul di Bekasi adalah penyenang meskipun kami tidak pergi kemana-mana. Esok paginya, kuterima broadcast via bbm yg isinya kalau honor pengganti transport supervisi siswa prakerin semester lalu bisa di ambil. Alhamdulillah, pikirku, ini untuk menambah ongkosku ke Bekasi. Ada saja jalan yang Allah berikan. Ya statusku hari itu (semingg u yang lalu) masih sebagai guru di sebuah SMK. Saat itu aku tidak pernah tahu apa yang terjadi hari ini.

Rencanaku hanya 2 hari di Bekasi, tapi ternyata Falih ingin lebih lama. Dia ingin pulang hari Minggu. Aku tidak masalah, malah senang. keingnan Falih untuk jalan-jalan di ganti dengan mainan, dan Falih tetap senang. Dihari kedua, hari dimana seharusnya aku pulang ternyata handphone andalan kesayanganku hilang. Handphone yang mungkin posisinya seperti kekasih buat ku. Segalanya disana. Sumber uang, sumber pekerjaan, sumber cerita cinta, sumber hiburan dan mungkin bahkan sebagai sumber bahaya juga. Kekasih yang mungkin separuh jiwa ini (hahaha....). lemas tak bertenaga ketika aku menyadari kalau handphoneku hilang. bagaimana tidak, cuma hanphone yang menjadi hiburanku saat tidak ada pekerjaan. yang menghubungkan aku dengan teman-teman yang bisa aku ajak mengobrol,cerita tentang apapun tanpa suara tpi melalui beberapa aplikasi chat. yang membuat aku update dengan berita yang sedang heboh (pembunuhan Angeline), yang membuat aku mencari tau dan banyak membaca tentang apapun yang ingin aku cari tahu dengan account google kesayanganku. (malam sebelumya aku browsing tentang apa itu Syiah, yang membuat aku semakin pusing dan tidak mengerti tentang apa itu agama) Kembali lagi ke cerita handphone. Aku tidak pernah menyadari bagaimana kronologis hilangnya hp itu. aku tidak ingat kalau aku membawanya, tapi sepertinya dia jatuh dari saku celana pendekku saat aku dibonceng motor oleh adikku. Bingung, sedih begitu berlipat ganda karna aku sadar sedang tidak punya uang untuk membeli yang baru. Tapi mau bagaimana lagi, satu-satunya cara untuk melepaskan diri ini dari beban pikiran ya ikhlas. Hanya foto-foto kenangan sejak 2014 yang tidak terselamatkan. Ini bukan kali pertama aku keehilangan hp, akhir tahun lalupun aku kehilangan hp 1 x, dan powerbank 2x, juga kehilangan selembar uang seratus ribu yang terbang begitu saja dari saku celana yang sama saat aku kehilangan hp terakhir kmarin, ceroboh memang. Sempat terfikir untuk memback up segala foto di hp setelah kehilangan bb, tapi selalu malas. dan akhirnya semua kenangan dari foto-foto ditahun 2014 sebaian besar tidak terselamatkan. Pada akhirnya karna ketergantunganku yang akut, aku pindahkan semuan account chat  dan segala jejaringsosialku ke tablet milik adikku, De Wanti, yang baik hati. Sehingga kehampaan dan kesedihanku sedikit terbayar. Ku lalui hari-hariku di bekasi hanya dirumah, tepatnya dikamar. Karena bagian lain dari rumah kami sudah seperti tempat umum, ya karna hari-hari biasa rumah ini adalah PAUD, jadi hanya tinggal tersisa satu kamar yang sedikit miliki privasi. Akirnya hari-hariku di Bekasi hanya dilalui di rumah. Tapi entah bagaimana aku merasa tenang walau semua serba apa adanya. Hanya saja Falih sering membuat anak Aa, Putra, menangis. membuat aku jadi kadang serba salah. Tapi itu hanya anak-anak tidak usah dijadikan masalah .


*pertengahan tahun 2015*

Rabu, 01 Juli 2015

cerita lalu yang sudah berlalu

aku terbelenggu dalam rekaan keterpaksaan yang palsu
menunggu dunia menutup mata?
aku tidak terlalu peduli bagaimana orang menatap
pertanyaan langsung adalah yang tidak bersahabat
tak mengapa berbisik tak terdengar
itu urusan mereka

Entah Kapan, Mengapa dan Dimana

ketika hidup ini terlalu dinikmati...rasanya gelisah dan cemas itu dibutuhkan juga.
untuk sedikit mengingatkan tentang kekurangan dan ketidakseimbangan yang selama ini tak pernah dihiraukan.
mengakui kekurangan disertai tindakan untuk mengubahnya perlahan menjadi lebih baik, mungkin menjadi alternatif cara untuk hidup lebih bijaksana.

bijaksana itu apa?
bijaksana dalam kamusku adalah menyikapi dan menempatkan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya.

Di akhir 2014

Setahun lebih mungkin ku tinggalkan "rumah" ini seperti pergi beranjak ke "dunia" lain. Tapi ternyata aku kembali dengan kerinduan dan masih tetap sama, hampa.
Duniaku memang berputar, lebih maju dari sebelumnya, tp belum lebih maju dari orang-orang.
setahun kebelakang terjadi banyak perubahan sejarah cerita hidupku...
Rumah Enin, di setiabudi di jual, tempat banyak kenangan masa kecil juga masa remajaku yang tertinggal disana, tidak semua indah, tapi dari sana cerita-cerita masakini ku tercipta.
Aku mengijak tahun kedua mengajar di SMK, aku memulai usahaku kueku di dunia wedding. aku semakin belajar dunia WO (wedding organizer). Hanya membantu temanku dan aku bukan siapa-siapa. Aku pindah ke rumah adik mamaku.
Di penghujung tahun 2014 ini setidaknya aku menorehkan sedikit cerita, bagaimana perjalanan ini selalu membentuk dan mengubah pandanganku...terhadap dunia dan hidup ini.

Jumat, 26 Juli 2013

Berilah aku Hidayah-Mu di Ramadhan ini

Tuhan tak pernah memberikan ujian yang tak sanggup kita lewati.
Beban lalu yang sempat membuatku buram, Diambil-Nya kembali karena aku sesungguhnya tak mampu.
Alunan hidupku memang melambat, tapi bercahaya kembali.
Tuhan...aku sadar Engkau menyayangi dan mengasihi kami.
Mohon ajarilah aku menjadi lebih tenang dan bijaksana.
Menjadi penyabar dan peduli sesama.
Tuhan...bantu aku menjaga hati ini agar selalu husnudzon.
Tuhan...lindungi putra hamba dari segala bahaya, dan keburukan.
Tuhan...berilah hamba pendamping yang dapat menjadi penuntun ke surga-Mu.

Minggu, 19 Mei 2013

muram

kabut itu datang lagi
menutupi cahaya yang sebenarnya baru saja masuk menerangi
ini sebenarnya asap yg berasal dari api yang disengaja
dengan sadar menyulut dedaunan kering tanpa makna
kemudian tiba-tiba padam menghilang
seketika kotor oleh sisa-sisa abu
bunga-bunga baru saja bermekaran menggoda lebah
kemudian menjadi kusam, layu tertunduk

Minggu, 17 Maret 2013

Falih tanggal 9 oktober 2012  berusia 3 tahun 9 bulan.
Dia semakin tumbuh tinggi, pintar, kuat, dan tampan.
Dan memiliki sifat yang sudah mulai terlihat yang mungkin menurun dari ku, yaitu keras.
Yaa...ada yang bilang buah jatuh tak jauh dr pohonnya.
Aku berdo'a semoga dia lebih banyak mewarisi sifat-sifat baikku saja...

Aku sering kali menyikapi Falih seperti aku menyikapi anak yang lebih dewasa dari usianya.
Dan aku rasa Falih memang lebih dewasa dari usianya di tambah Dia sehari-hari berada di lingkungan obrolan orang-orang dewasa.
Jadi tidak heran juga ya kalo Dia sedikit "kokolot begog".

Setiap orang tua selalu menginginkan anaknya lebih baik dari dirinya begitupun aku.
Dan tak jarang juga aku begitu takut Dia terluka baik hati maupun fisiknya.
Aku sering tak sadar ketika aku terlalu keras karena ketakutanku.
Seperti kemarin saat Falih berlari-lari di Griya sunda, menuruni tangga dan ekskalator tanpa mau di pegangi...aku takut, aku parno...beberapa kecelakaan pernah menimpa anak-anak yang jatuh dan terjepit di ekskalator. Tak sadar aku mengekspresikan ketakutanku dengan marah. Aku takut terjadi apa-apa dengan Falih. Setiap kali aku marah, saat itu pula aku menyesal. Tapi aku juga tak mampu menyembunyikan rasa ketakutanku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Falih. Karena Falih adalah hartaku yang paling berharga. Dia separuh dari hidupku.

Aku Takut...

Aku ingin merasakan perasaan ini lagi...
Aku ingin merasakan dilindungi...
Tapi aku takut sebelum merasakannya...
takut kemudian merasa tergantung,
takut kemudian merasa kehilangan,
takut kemudian merasa kecewa,
Aku TAKUT...
sejak kecil aku memang seperti ini,
selalu ketakutan setelah merasahan kebersamaan,
selalu merasakan kesepian tiba-tiba setelah diperhatikan..
Hingga usiaku sekarang 25 tahun dan telah memilikin Falih skarang...
aku tetap merasakan ketakutan itu...

Aku butuh dicintai dan mencintai, tapi aku takut....
Falih...ibu minta maaf, ibu banyak salah sama Falih...

Kamis, 30 Agustus 2012

Aku ingin kau kelak menjadi penghuni tempat terindah


Falih anak ibu yang sekaligus harta yang tak ternilai milik ibu
Anak pintar kebanggaan ibu...
Anak manis kesayangan ibu...
Anak yang lucu penghibur ibu....
Kebahagiaanmu adalah hal yang terpenting dan selalu aku usahakan
Segalanya yang terbaik adalah hal yang selalu aku prioritaskan untukmu

Nak, Ibu tidak ingin apa-apa...
Ibu hanya ingin kau tau harus melangkah kemana menuju surga 
membawa orang-orang yang kau sayangi...
Dan aku berdo'a untuk menjadi bagian dari orang-orang itu.

Ikuti hati nuranimu, 
Itu yang akan membuat mu tau apa yang akan membuatmu nyaman,
Itu yang akan membuatmu selalu terhenti ketika akan melakukan hal yang tak sesuai,
Itu yang akan membuatmu tidak akan pernah menjadi curang,
Itu yang akan membuatmu selalu ingin melakukan hal terbaik yang kau mampu.

Nak, ibu hanya ingin kau menjadi penghuni tempat terindah dan teristimewa yang Tuhan ciptakan.

Kamis, 03 Mei 2012

Tiga kepribadian

Orang dewasa itu sebenarnya tahu dan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tapi tidak semua orang dewasa mampu mengambil keputusan benar yang "terbaik". Pintar juga tidak lantas membuat orang dewasa selalu mampu mengambil keputusan yang "terbaik" untuk hidupnya. Hanya orang-orang yang bijaksana yang berani mengambil keputusan yang "benar" dan "terbaik" untuk dirinya dan orang lain di sekitarnya. Butuh rasa tanggung jawab berupa sikap konsisten dan konsekuen terhadap keputusan apa yang di ambil.

Banyak orang dewasa yang kalah sama egonya (baca: malas) untuk memilih hal benar yang "terbaik", karena ga mau repot, ribet, dan ga bisa konsisten.

Yaa..namanya hidup pasti akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Semua mesti melalui tahap memilih baik secara sadar maupun tidak sadar.

Kesimpulannya orang dewasa (baca: penulis) kalah sama ego nya dan memanjakan kemalasannya.

Jadi, cerita yang sebenarnya begini....
Saya itu punya banyak rentetan teori dan list hal "benar" yang bisa dan  sebenernya harus saya lakukan. Tapi saya malas memulainya. Bahkan saya tau 1 hal benar dan terbaik yang seharusnya saya lakukan, kerjakan dan segera selesaikan (baca: skripsi). OMG...tapi saya malas memulai...
Dan bodohnya saya tahu kemalasan ini yang sebenarnya juga membuat saya gelisah...

Dalam kepala selalu bergelut pikiran :
"Heh, lu kapan mau beresin skripsi dan memulai segala kehidupkan yang berbeda? Mau nyia2in waktu sampe kapan? mau buang duit buat bayar kuliah yang didiemin sampe kapan? Apa udah ngerasa cukup sebagai orang yang pernah kuliah ampir 7 tahun tapi statusnya lulusan SMA? Mau sampe kapan lu manjain rasa males lu?"
Dan sisi malas cuma jawab dengan enteng:
"Nyantai ajalah hidup ini harus dinikmati"
Dan sisi mumet jawab lagi:
"Gw bosen mumet"

Dan gw yang sekarang ga tau ada di sisi yang mana...

kalo aja ini di istilahin kepribadian ganda, di sini ada 3 kepribadian.
"si ambisius" "si males nyantai" dan yang lagi nulis lebih parah "si apatis"

"si ambisius" sama "si males nyantei" terus ribut, ngotot2an. "si apatis".. cuma planga-plongo ajah membiarkan 2 kepribadian lainnya ribut. Bangun tidur, melongo, ngeles, balik, bgadang, tidur. bangun tidur, mlongo, ngeles, bgadang, tidur....terus aja begitu setiap hari saking apapatisnya sama apa yang sebenarnya sedang menjadi perdebatan dalam pikirannya.

Padahal sebenarnya ini (baca: skripsi) adalah tiket menuju kehidupan baru yang berbeda.




Jumat, 20 April 2012

Tuhan mungkinkah?


Pap, ada di mana? Disamping Tuhan? Gimana kabarnya, Pap? Dimensi kita udah beda, apa masih bisa aku tanya "sehat?"


Udah berbulan-bulan aku mengganti segala macam kebiasaan menggalau dan melow. Ternyata ga juga jadi lebih baik. Aku sekarang malah jadi ga bisa tidur dibawah jam 12 malam, cuma bisa tidur setelah mata minta tidur dengan paksa.
Tapi hari ini aku lagi kangen buat nge-review banyak hal yang pernah terjadi.
Tapi seringkali ini membuat aku tanpa sadar kembali lagi bertanya "kenapa" dan aku ga suka.

Kadang-kadang aku pengen bisa balik lagi jadi aku yang dulu, tapi bagaimanapun aku adalah yang sekarang lengkap dengan segala hal yang pernah dilalui.

Setiap orang dalam hidup kita itu memiliki pengaruh yang kuat, terhadap segala keputusan kita dalam bersikap, berpikir, dan menilai. Mungkin aku baru sadar, Pap. Semua perubahan ini berawal saat aku kehilangan Bapak.
Aku kehilangan orang yang benar-benar aku takuti. Yah, hal yang paling aku ingat tentang bapa adalah "takut" dan "galak". Jadi, dulu aku selalu bertahan untuk tidak melakukan hal apapun yang akan membuat aku merasa "takut". Bukan takut celaka, takut salah, tapi aku takut dimarahi. Mungkin ini seperti pengalaman yang tidak bagus. Aku dan mungkin semua orang tidak suka dan tidak mau di galakin dan ga mau merasa takut karena itu. Aku selalu berprinsip untuk melakukan hal sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah atau dimanapun.

Sekarang aku baru sadar aku butuh "takut" .Lihat Pap, aku tanpa bapak begitu keras kepala dan "terserah gw" sekarang. Aku ga pernah takut melakukan apapun, Pap, karena ga ada yang aku takutin, ga ada yang bisa marahin aku. Pap, mungkin dulu seharusya rasa "takut" ku tidak membuatku kekeh ingin menjauhi rumah dan pilih tinggal di Bandung.
Itu sempat membuat aku mersa tertekan dan tidak nyaman. Jadi. aku begitu ngotot untuk SMA di Bandung.
Mungkin sifat keras kepalaku bukan dibentuk dari pengalaman sepenuhnya, tapi bawaan lahir yang diperkuat dengan pengalaman.

Dari kecil juga aku selalu merasa banyak hal yang harus aku lakukan sendiri tanpa bantuan. Kadang aku iri dengan temanku yang sering dibantu mengerjakan pekerjaan sekolah oleh ayah ato kakanya. tapi aku harus melakukannya sendiri. Bapak selalu bilang itu tugas aku bukan tugas Bapak. Emang bener sih, tapi entah kenapa itu menorehkan kekecewaan buat aku, Pap. Walaupun sebenarnya aku emang hampir selalu bisa melakukan semuanya sendiri. Kalaupun Bapak berpikir aku bisa kenapa sih Pap ga mau bantu aku sedikit ajah. Manjain aku seperti anak lain. Tapi sekarang aku merasa bersyukur dengan selalu dibiarkan mengerjakan apapun sendiri...sekarang aku mampu Pap mengusahakan sesuatunya sendiri. Aku ga pernah suka mengandalkan orang lain dalam hal apapun Pap.

Pap, bisa kembali ga sebentar aja...seminggu?? Aku cuma mau mengubah segala macam kesanku sama Bapak. Aku dengar di hari bapak ga ada, semua teman kantor Bapak Begitu segan, hormat, dan sayang sama Bapak. Bapak begitu baik dimata mereka, begitupun di mata adik-adik Bapak (Om dan Tanteku). Terus kenapa aku ga dikasih kesempatan untuk memiliki kesan yang sama dengan mereka Pap? Kasih aku kesempatan, kasih aku waktu. Tuhan mungkinkah?


Jumat, 30 Desember 2011

puber kembali, tapi entah cinta siapa

kalo orang lagi suka sama seseorang, dan bener2 suka...nampaknya ga ada yang bisa mengalihkan perhatiannya apapun itu (ini gw) *curhat.
gw pikir ini masih ada hubungannya sama posting sebelumnya, kalo manusia itu cuma punya SATU HATI yang ga bisa dibagi-bagi.
banyak lelaki dan banyak wanita di bumi ini luar biasa, tp kenapa ya ketika kita mengikatkan hati pada seseorang seolah-olah tidak memiliki pilihan lain saat itu. ini mungkin yang disebut CINTA BUTA.

Cinta itu rasa yang muncul begitu saja, cinta itu memberi bukan menerima....
tapi tetap saja dalam kamus gw tidak perlu ada CINTA ketika tak bisa memiliki.
TIDAK PERLU terus mencintai jika tidak terbalas. tidak berarti cinta itu pamrih, tapi lebih ke bagaimana kau membuat hatimu tidak nyeri.

tapi sekarang aku hanya sabar melihat, memerhatikan mu dari jauh
sesekali memberikan perhatian sedikit...mendengar apapun yang kamu ceritakan
aku hanya berusaha membuatmu tetap merasa nyaman
dan berharap kau kelak akan rindu pada kenyamanan saat bersamaku.
entahlah ini namnya apa ku blm tau,
entah suka,
entah, cinta,
entah sayang.
yang pasti aku ingin menjadi bagian dari hidupmu dan kita saling melengkapi.

Sabtu, 24 Desember 2011

mengikat bukan terikat

dalam bis primajasa yang sedang meluncur menuju Bekasi...
dengan netbook dipangku #norak
tiba-tba pengen nulis ini...

poligami...
selingkuh...
banyak pacar...
hmm...manusia itu cuma punya hati satu...
mungkin adil dapat diupayakan walaupun sulit
tapi bagaimana urusan hati?
dapatkan hati yang hanya satu ini dibagi-bagi?
rasa-rasanya tidak bisa...

ketika seseorang mengikat hatinya pada satu orang maka bukan hal mudah melepaskan orang itu pergi.
karena dia sendiri yang mengikatnya, dan hanya dia sendiri yang dapat membuka ikatannya.
dan ketka ia menemukan pemikat hati yang baru sesungguhnya dia telah meninggalkan hati yang lama
jika dia masih bertahan pada yang lama, itu bukan karena hatiya yang masih tertinggal, tp karena sebatas alasan-alasan lain

Jumat, 23 Desember 2011

jiwaku bersama nurani dan ragaku tak pernah percaya

menyimak,
mengestimasi,
menerka,
sesekali mengerutkan kening,
kemudian tertawa bersama,
sambil terus berbicara saat itu pula membuat kesimpulan-kesimpulan sementara,
aku tau akan menjadi bagaimana tapi tidak pernah percaya pada nurani,
hingga hal tesebut benar terjadi,
kemudian menyesal,
karena alur indah seperti datang sekejap
dan berlalu begitu saja berubah menjadi mimpi buruk
padahal nurani adalah bisikan fitrah yg selalu menuntun ke arah putih di kanan,
dan aku sangat tahu akan hal itu tapi tak mau percaya

Tuhan menulis sekenario yang memiliki maksud dengan pesan tersirat
pesan itu biasanya tak serta merta dirasakan saat itu juga
waktu akan menuntun kita untuk membuka mata
sehingga mengerti apa yang pernah terjadi
tapi Tuhan...aku memaksa-Mu
untuk memberikan pesan yang lebih dari apa yang ku cerna saat ini
aku tak pernah bisa menunggu nanti
aku lebih sering pergi berlalu
tanpa menunggu untuk mengerti
berpetualan lagi dengan pesan baru
dan kemudian ini menumpuk menjadi bukit-bukit misteri

Senin, 19 Desember 2011

peri dan tongkat sihir

perlahan...setiap orang akan melihat aku "seutuhnya"
kemudian aku tertawa lepas lalu berputar dengan cantik
tapi seseorang merebut tongkat sihirku
aku lumpuh, mereka tetap ber pikir ini baik?
kalau iya, jelaskan kebaikan apa yang sebenarnya ada dan buatlah aku mengerti tentang ini
karena seluruh pengalaman hidupku tak mampu mencerna dimana letak baiknya
aku dengan segala sifat kerasku, tetap menginginkan tongkat sihir ajaib milikku
bukan untuk terlihat sempurna,
tapi aku dan tongkat sihirku adalah satu
tidak ada yang bisa membuat tongat sihirku lebih lebih berarti dibandingkan aku

Minggu, 18 Desember 2011

Falih, ini ibu Falih, ibu Tiwi

aku tertawa bukan untuk menutup luka tapi karena aku memang ingin menikmati segala yang aku lalui..
mungkin beberapa saat terdiam,termenung,dan sedikit gelisah...bukan untuk bersedih...tapi sedang berfikir
bagaimana cara membuat anakku terus bisa tertawa, dan tak kekurangan suatu apapun

Rabu, 14 Desember 2011

Aku mencintai-Mu

Ya..Allah...Dzat yang paling Agung...
Indah sekali Kau ciptakan rasa bahagia.
Hingga seperti terbang.
dan sungguh bijaksananya Kau cipatakan teguran-teguran.

Aku mungkin bukan anak kesayangan-Mu, dengan tidak patuhnya aku.
tapi sungguh Kau selalu marencanakan hal indah untuk hidupku.
Aku malu pada-Mu tapi tak juga beranjak untuk pergi mendekat.
dan aku tetap merasa cinta-Mu untukku tak pernah terhenti.

Ya...Allah....Aku mencintai-Mu

Selasa, 29 November 2011

kesana

tak terikat...
lepas...
sangkar tak berpenghuni
bergelantungan, siapa peduli
menatap titik yang dekat, tapi tak teraih
bukan aku tak mampu, tapi belum mau
terus berjalan kedepan tapi bukan kesana
lalu kemana?
semua yang baik berjalan, begitupun aku
tapi bukan itu
sebentar...
aku akan kesana
waktu menunggu....